MELESTRASIKAN TRADISI UNJUNG, AGAR BUDAYA DESA TERJUNJUNG

MELESTRASIKAN TRADISI UNJUNG, AGAR BUDAYA DESA TERJUNJUNG

Siapa yang tidak kenal sunat ? sunat (khitan) adalah ajaran islam yang begitu akrab dengan kehidupan masyarakat indonesia, utamanya kaum lelaki, begitu sakralnya sunat ini, seakan – akan pelakunya dianggap telah “menyempurnakan keislamanya”.

Minggu 09 September 2018 hari yang membahagiakan untuk ananda SOHADI ANAM putra bapak Kastari dan Ikawati Dusun Gunung Katul Desa Bringin Kecamatan Montong Kabupaten Tuban.Karena pada hari tersebut Ananda Sohadi Anam di khitankan, yang lebih menyenangkan lagi ananda Sohadi Anam akan diarak di keliling kampung orang bringin menyebutnya dengan (UNJUNG) dengan  mengendarai Kuda dan diiringi seni jiduran,salah satu warisan budaya Desa Bringin,Tujuan keliling kampung itu adalah untuk meminta Do’a restu Kepada sesepuh Desa ,Pertama Kerumah Bapak Kepala Desa ,Bapak Sekdes Bapak Kadus dan Bapak Kepala Madarasah dan Bapak Ibu Guru MI Hidayatul Ummah Bringin. 

Selain diiringi warga sekitar ananda Sohadi Anam juga diiring eleh teman-teman sekolahnya sambil membawa kembang mayang (bunga yang dibuat dari kertas warni-warni) sambil berjalan pengiring dan group seni jiduran.membawakan lagu-lagu sholawatan dan lagu-lagu jawa yang merupakan lagu khas group jiduran.

Mengenai tradisi ini SUBANDI (Kepala Desa Bringin) mengungkapkan, bahwa tradisi ini meripakan tradisi warisan dari nenek moyang desa dan terus berlanjut hingga saat ini, sehingga tradisi ini merupakan tradisi yang harus dilestarikan dan dijaga, dan kami sangat berharap pemuda desa bersedia belajar musik jiduran agar tradisi ini selalu ada dan berkembang.

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)